Hak untuk ikut serta dan mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diabadikan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, begitu pula hak untuk terlibat dalam penyelidikan ilmiah, untuk mengejar dan mengkomunikasikan pengetahuan, dan untuk berserikat secara bebas dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Hak-hak ini sejalan dengan tanggung jawab dalam praktik, pengelolaan, dan komunikasi penelitian ilmiah.
Perkembangan abad ke-21 menawarkan peluang baru untuk memajukan ilmu pengetahuan, namun juga menimbulkan tantangan kompleks terhadap penelitian ilmiah. Makalah ini mengulas kebebasan dan tanggung jawab ilmiah saat ini, dan membuat rekomendasi untuk memandu praktik sains yang bebas dan bertanggung jawab dalam masyarakat kontemporer. Konvensi ini mengusulkan tindakan bagi para ilmuwan, lembaga penelitian dan universitas, organisasi sains, sektor swasta dan pemerintah untuk membantu memperkuat sains yang bebas dan bertanggung jawab sebagai kekuatan untuk kebaikan.
Kebebasan dan Tanggung Jawab di 21st abad
The Prinsip Kebebasan dan Tanggung Jawab dalam Sains merupakan inti dari semua pekerjaan Dewan. Perkembangan pada abad ini menuntut peninjauan kembali makna Prinsip ini, dan peran badan-badan seperti ISC dalam menegakkan prinsip-prinsip dasarnya dalam konteks yang baru dan berkembang pesat ini.
Makalah ini merupakan keluaran proyek Dewan mengenai kebebasan dan tanggung jawab di abad ke-21
Karya seni sampul laporan yang ditampilkan di atas berasal dari 'Spectators' oleh Toyin Loye. Toyin Loye belajar Seni Rupa di Universitas Obafemi Awolowo di Ile Ife. Karyanya telah dipamerkan dalam pameran tunggal dan kelompok di Nigeria, Senegal, Argentina, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Norwegia, Belgia dan Belanda. Dia tinggal dan bekerja di Den Haag, Belanda.