Halaman ini diterjemahkan secara otomatis dan mungkin mengandung kesalahan.
Beranda / Berita / Ajakan untuk memberikan masukan: Prioritas sains...
Ajakan untuk memberikan masukan: Prioritas sains untuk Sekretaris Jenderal PBB berikutnya | batas waktu: 22 Mei 2026
Dewan Sains Internasional (ISC) mengundang para Anggotanya untuk berkontribusi pada surat terbuka kepada para kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya. Di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dan tantangan global yang kompleks, surat ini akan menyampaikan pesan kolektif dari komunitas ilmiah tentang bagaimana sains dapat mendukung tindakan multilateral yang efektif, kooperatif, dan berdasarkan informasi yang memadai.
Apa yang seharusnya disampaikan sains kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya?
Kami mencari masukan yang ringkas dan berbobot tinggi mengenai prioritas dan arah utama bagi Sekretaris Jenderal dan sistem PBB berikutnya dari seluruh komunitas ilmiah global. Secara khusus, kami mengundang Anggota kami untuk merenungkan hal-hal berikut:
Apa pesan terpenting yang harus disampaikan komunitas ilmiah global kepada kepala PBB di masa depan?
Apa saja peluang konkret untuk memajukan kolaborasi internasional melalui sains?
Bagaimana sistem PBB seharusnya menggunakan sains untuk mewujudkan mandat intinya di seluruh pilar utamanya, yaitu perdamaian & keamanan, pembangunan, dan hak asasi manusia?
Kami mendorong para Anggota untuk membahas masalah ini secara internal dan mengisi formulir singkat di bagian bawah halaman web ini untuk memberikan masukan yang ringkas dan dapat ditindaklanjuti paling lambat tanggal 22 Mei 2026.
Memposisikan sains sebagai prioritas strategis bagi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.
Proses seleksi untuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya sedang berlangsung dengan empat kandidat Saat ini, kandidat yang terpilih sedang dalam proses seleksi, dan pengangkatan diperkirakan akan dilakukan pada kuartal terakhir tahun 2026. Proses ini berlangsung di tengah ketidakpastian global yang signifikan. Sistem PBB, yang diberi mandat untuk memajukan perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, dan hak asasi manusia, beroperasi di bawah tekanan, dengan kepercayaan antar aktor yang melemah dan kapasitas untuk tindakan kolektif semakin terkikis.
Pada saat yang sama, tantangan yang dihadapi umat manusia semakin kompleks, saling terkait, dan mendesak. Perubahan iklim, risiko kesehatan global, teknologi baru, dan degradasi lingkungan tidak mengenal batas negara, dan tidak dapat ditangani oleh satu aktor saja. Tantangannya bukan hanya pengetahuan, tetapi juga tindakan: bukti ilmiah harus diintegrasikan secara efektif ke dalam pengambilan keputusan untuk memungkinkan respons yang terkoordinasi.
Pemilihan Sekretaris Jenderal baru merupakan momen langka untuk membentuk harapan seputar peran sains di tingkat tertinggi sistem multilateral. Posisi dan prioritas yang ditetapkan pada tahap ini dapat memengaruhi bagaimana sains dipahami, dimobilisasi, dan diintegrasikan ke dalam pengambilan keputusan di seluruh sistem PBB selama beberapa tahun mendatang.
Dengan memanfaatkan keterlibatannya di seluruh sistem PBB, ISC berupaya menyampaikan pesan yang jelas dari komunitas ilmiah global pada saat yang kritis ini.
Kontribusi Anda akan menjadi masukan untuk surat terbuka final, yang akan dibagikan kepada para kandidat sebelum proses seleksi. Kekuatan pesan ini akan bergantung pada beragam perspektif yang tercermin di seluruh Keanggotaan ISC.