Dewan Sains Internasional (ISC) baru saja merilis kerangka kerja yang jelas untuk memahami “hak untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan,” menawarkan interpretasi dan panduan terperinci tentang hak mendasar ini.
Dalam rangkaian blog ini, para ahli berbagi pemikiran mereka tentang interpretasi dan signifikansinya bagi komunitas ilmiah, termasuk dampak potensialnya terhadap kebijakan, pendidikan, dan aksesibilitas pengetahuan ilmiah.
Konsep 'hak atas sains' telah menjadi isu penting dalam komunitas ilmiah global. Dalam mengupas 'hak' dan mengadvokasikannya, penting untuk memahami asal-usulnya dan pendekatan yang diambil oleh ISC dalam menjelaskannya.
Konvensi Hak Asasi Manusia Internasional membuat pernyataan penting tentang hak sipil dan politik serta hak ekonomi, sosial, dan budaya. Tidak satu pun dari konvensi tersebut secara tegas menyatakan 'hak atas ilmu pengetahuan'. Lalu, dari mana hak ini berasal? Jawabannya adalah hak ini bersumber dari ketentuan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.
Pasal 27 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan:
Pasal 15 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya menyatakan:
(a) Untuk mengambil bagian dalam kehidupan budaya;
(b) Untuk menikmati manfaat kemajuan ilmu pengetahuan dan penerapannya;
(c) Untuk memperoleh manfaat dari perlindungan kepentingan moral dan material yang timbul dari suatu hasil karya ilmiah, sastra, atau seni yang diciptakannya.
Advokasi hak atas sains merupakan fenomena yang relatif baru. UNESCO mendistribusikan Komentar Umum tentang hal tersebut pada tanggal 30 April 2020, yang merujuk pada Pasal 15 Deklarasi Universal sebagai hak untuk berpartisipasi dan menikmati manfaat dari kemajuan ilmiah dan penerapannya. Hak terkait mencakup hak untuk berpartisipasi dalam kemajuan ilmiah dan menikmati kebebasan yang diperlukan untuk penelitian ilmiah. Hak ini menyiratkan hak untuk menikmati, tanpa diskriminasi, manfaat dari kemajuan ilmiah.
Seperti yang dirumuskan oleh ISC Komite untuk Kebebasan dan Tanggung Jawab dalam Sains, 'hak atas sains' secara efektif dinyatakan sebagai hak untuk berpartisipasi dalam dan memperoleh manfaat dari sains. Partisipasi mengasumsikan hak atas literasi sains dasar dan pendidikan sains. Hak ini mencakup hak untuk menantang pengetahuan yang sudah ada, untuk berkolaborasi dan terlibat dalam dialog ilmiah, untuk mengomunikasikan temuan, dan untuk mengadvokasi penggunaan sains yang bertanggung jawab.
Hak untuk menikmati manfaat sains diarahkan pada universalitas dan inklusivitasnya sebagai barang publik global. Hak ini melindungi akses yang adil dan hak untuk menerapkan pengetahuan ilmiah demi kebaikan manusia dan planet ini. Hak ini tidak konsisten dengan pengecualian yang diskriminatif.
Misi ISC adalah mengadvokasi sains sebagai barang publik global yang inklusif. perumusan hak untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan, melayani advokasinya dalam mendukung misi tersebut.
Advokasi tersebut merupakan pekerjaan yang sedang berlangsung yang akan mencakup upaya memperjuangkan hak tersebut agar tidak terhalang oleh hambatan hukum, kelembagaan, dan budaya agar hak tersebut dapat dinikmati sepenuhnya. Advokasi tersebut juga akan mencakup pemeriksaan terhadap kendala historis dan budaya terhadap gagasan tentang apa yang dimaksud dengan sains. Kendala tersebut dapat dengan sendirinya membelenggu hak untuk berpartisipasi dalam sains dan menikmati manfaatnya.
Robert French adalah Anggota ISC Komite Tetap untuk Kebebasan dan Tanggung Jawab dalam Sains (2022-2025).
Dewan Sains Internasional (ISC) telah merilis interpretasinya tentang “hak untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan,” menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk memahami hak fundamental ini.
Penafsiran ini menguraikan kewajiban dan tanggung jawab utama yang diperlukan untuk memastikan akses universal terhadap sains dan pengetahuan ilmiah, sekaligus menekankan perlindungan kebebasan ilmiah dan promosi pendidikan. Sejalan dengan Prinsip Kebebasan dan Tanggung Jawab dalam Sains ISC, hal ini memperkuat visi sains sebagai Barang Publik Global.
Interpretasi ISC bertujuan untuk mendorong diskusi yang luas dan berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan hak untuk berpartisipasi dalam dan mendapatkan manfaat dari sains dengan cara yang akan menguntungkan semua orang di mana saja.
Kami mengundang Anda untuk berbagi pemikiran Anda dengan melengkapi kuesioner kami ⬇️
Hak atas Ilmu Pengetahuan
Dewan Sains Internasional meyakini bahwa ada hak asasi manusia universal untuk berpartisipasi dalam dan menikmati manfaat sains, dan merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan dan mendukung kesempatan warga negara untuk menggunakan hak ini.
Hak atas Ilmu PengetahuanPenolakan tanggung jawab
Informasi, opini, dan rekomendasi yang disajikan dalam blog tamu kami merupakan pendapat masing-masing kontributor, dan belum tentu mencerminkan nilai dan keyakinan Dewan Sains Internasional.