Mendaftarlah

Tengku Mohd Azzman Shariffadeen, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Malaysia, Pidato Pembukaan, Dialog Pengetahuan Global

Anggota ISC dan komunitas kami tersentuh oleh pidato pembukaan Tengku Mohd Azzman Shariffadeen, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Malaysia di Dialog Pengetahuan Global. 6 Oktober | Kuala Lumpur | Malaysia

Selamat pagi untuk semuanya.

Selamat datang di Dialog Pengetahuan Global untuk Asia dan Pasifik. GKD diselenggarakan bersama oleh Academy of Sciences Malaysia, International Science Council dan titik fokus regional yang baru dibentuk di Australian Academy of Science. Tahun lalu, GKD mengadakan acara perdananya di Cape Town pada saat World Science Forum. Saya sangat tersanjung karena Dialog edisi kedua ini diselenggarakan di Malaysia bersamaan dengan Pameran dan Konferensi Produk Greentech & Ramah Lingkungan Internasional (IGEM).

Academy of Sciences Malaysia telah menempuh perjalanan panjang sejak pertama kali kami memulai kemitraan dengan ISC. Seperti yang Anda ketahui, dari tahun 2006 hingga 2021 ASM menjadi tuan rumah bagi Kantor Regional ICSU untuk Asia dan Pasifik.

Kami sekarang dengan senang hati menyerahkan obor ini kepada teman-teman kami, Akademi Sains Australia. ASM telah melakukan banyak kerja sama yang produktif dengan Australian Academy of Science. Saya yakin bahwa bersama-sama kita dapat melihat munculnya dimensi-dimensi baru dan ide-ide baru yang bermanfaat bagi ISC dan para anggotanya.

Dialog Pengetahuan Global yang kami selenggarakan hari ini hanyalah permulaan dari babak baru keterlibatan, bersatu sebagai anggota ISC, untuk memperbarui dan merevitalisasi kemitraan ilmiah kami yang telah lama ada.

Wanita dan pria,

Perdana Menteri kita, dalam pidatonya baru-baru ini, menggunakan istilah masa pascanormal untuk mengartikulasikan pemahaman dan apresiasinya terhadap sains dan implikasinya terhadap masyarakat manusia. Dia bukan seorang ilmuwan. Namun perspektifnya yang berasal dari pengetahuan mendalam tentang humaniora dapat membantu kita memahami dengan lebih baik posisi kita saat ini dan tujuan yang akan kita tuju. Izinkan saya mencoba menjelaskannya.

Kita hidup di dunia postnormal, dimana kekuatan transformatif menghasilkan ketidakpastian dan kompleksitas yang besar, yang mengarah pada serangkaian kondisi yang kacau dan kontradiktif yang mengubah hidup. Aktivitas manusia dan material buatan manusia telah berdampak pada dunia dalam skala yang lebih besar dibandingkan yang pernah dialami dunia sebelumnya. Tantangan yang kita hadapi pada masa pascanormal ini tidak dapat diselesaikan dengan alat yang ada. Hal-hal tersebut membutuhkan cara berpikir baru dan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu. Kita memerlukan ilmu pengetahuan postnormal jika kita ingin benar-benar mengatasi ancaman dan tantangan serius yang menghadang kehidupan manusia. Ketika kita bergerak melalui transisi dari apa yang seharusnya menjadi apa yang akan terjadi (apalagi, apa yang seharusnya terjadi), namun belum terjadi, kita mungkin akan mengalami turbulensi.

Kesehatan planet, yang merupakan tema utama Dialog Pengetahuan Global, memberikan ilustrasi yang baik tentang ilmu pengetahuan postnormal. Sains yang kita tahu tidak akan berhasil. Pandangan reduksionis terhadap alam, yang menjadikan empirisme, materialisme, dan determinisme sebagai pedoman, telah membawa kita pada jalan hidup yang tidak berkelanjutan. Sistem pengetahuan kita harus dibangun kembali. Kita membutuhkan pengetahuan holistik, yang mampu mengintegrasikan semua jenis pengetahuan, yang beberapa di antaranya tidak akan lulus ujian sains normal. Sebagai contoh, kearifan lokal yang dimiliki oleh beberapa masyarakat paling “primitif” di muka bumi perlahan-lahan mendapat pengakuan dan penghormatan intelektual. Apa yang dapat diajarkan oleh pengetahuan semacam ini kepada kita tentang hidup dalam keterbatasan sumber daya kita?    

Sistem sosial normal kita juga tidak berfungsi. Kita sekarang hidup dalam jaringan global, dimana setiap orang dan segala sesuatunya saling terhubung. Hirarki memberi jalan pada cara-cara komunikasi dan pengambilan keputusan yang lebih datar. Dalam menghadapi fakta dan kebenaran, kita perlu membangun kepercayaan yang lebih besar, yang telah menjadi tantangan sosial yang besar, terutama ketika siapa pun yang memiliki akun Internet dapat mempunyai suara yang kuat. Sistem pengetahuan dan sistem sosial hanyalah dua sistem manusia yang perlu mengakui dan merayakan keterkaitan kita dalam upaya memperkuat rasa saling menghormati demi kebaikan bersama. Masih banyak lagi sistem yang sedang kita lakukan untuk mengubah sains di masa pascanormal.   

Kerja sama dan kolaborasi dalam dialog yang terbuka dan inklusif sangat penting dalam merumuskan misi kami untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Biarkan Dialog Pengetahuan Global untuk Asia dan Pasifik ini menabur benih pengetahuan yang komprehensif, memberikan pengakuan yang layak terhadap semua jenis pengetahuan manusia yang ada dalam diri kita.

Saudara-saudara,

Saya ingin mengakhiri dengan mengingatkan diri kita sendiri bahwa, sebagai pemimpin sains, kita harus memiliki keberanian untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan paling penting yang kita hadapi. Jawaban bijak yang kami hasilkan akan menentukan bagaimana kami sebagai komunitas ilmiah dapat membantu meringankan tantangan eksistensi umat manusia secara keseluruhan.

Kepada semua teman dan kolega saya yang datang dari seluruh dunia, sekali lagi saya menyambut Anda di Dialog Pengetahuan Global.

Terima kasih.  


Tengku Mohd Azzman Shariffadeen

Akademi Ilmu Pengetahuan Presiden Malaysia


Foto oleh film alea on Unsplash