Persatuan Ilmu Tanah Internasional (IUSS) adalah organisasi global para peneliti tanah. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan semua bidang ilmu tanah dan penerapannya, membina hubungan antar peneliti dan praktisi yang terlibat dalam ilmu tanah, mendorong dan mendukung pelaksanaan penelitian tanah, serta mempromosikan tanah dalam pendidikan.
IUSS menyatakan bahwa "tanah yang sehat menopang masyarakat yang sehat: tanah yang sehat adalah fondasi keberlanjutan sosial, ekologis, dan ekonomi". Oleh karena itu, IUSS menganjurkan agar kesehatan tanah diikutsertakan dalam semua bidang penelitian keberlanjutan.
Masyarakat bergantung pada keberlanjutan mereka pada ekosistem tanah yang sehat dan berfungsi dengan baik, yang dapat menopang keanekaragaman hayati serta kualitas udara dan air. Tanah menyediakan jasa ekosistem penting seperti pengendalian banjir dan erosi, pengendalian hama dan penyakit, mitigasi perubahan iklim, daur ulang limbah, pemurnian air, dukungan keanekaragaman hayati, pelestarian warisan budaya, ketahanan pangan, penyediaan material, dan ruang pengembangan.
Untuk memastikan keberlanjutan atau pemulihan layanan tersebut, pengelolaan tanah yang berkelanjutan perlu menjadi bagian dari semua bidang aksi sosial. Ini berarti menjaga atau meningkatkan kesehatan tanah dan melindunginya dari kerusakan, polusi, dan eksploitasi dalam semua kegiatan, termasuk pembangunan perkotaan yang ekstensif.
IUSS telah berhasil merampungkan Dekade Tanah 2015-2024, yang berpuncak pada perayaan seratus tahunnya. Tujuan utama dekade ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan peran penting tanah dalam mengatasi tantangan lingkungan, kesehatan, dan sosial kontemporer yang dihadapi umat manusia.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), kemajuan dalam mencapai sebagian besar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) masih tertinggal. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya fokus yang memadai pada pengelolaan tanah berkelanjutan dan perlindungan wilayah dari penebangan liar dan bentuk-bentuk kerusakan lainnya. Pengelolaan tanah yang regeneratif dan berkelanjutan sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Tanpa mengatasi dampak aktivitas manusia terhadap kesehatan tanah, pencapaian sebagian besar target yang ditetapkan oleh TPB PBB mustahil tercapai.
Pada bulan Agustus 2023, Majelis Umum PBB mencanangkan Dekade Internasional Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (IDSSD) yang dipimpin oleh UNESCO bertujuan untuk memperkuat kerja sama ilmiah di seluruh dunia. Dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk memprioritaskan produksi, diseminasi, dan penggunaan pengetahuan ilmiah yang dapat ditindaklanjuti guna mencapai target SDGs, IUSS telah meluncurkan program 2025-2034. Dekade Ilmu Tanah untuk Pembangunan Berkelanjutan (DSSSD).
Tujuan keseluruhan dekade ini adalah:
Kegiatan spesifik yang direncanakan selama dekade ini meliputi hal berikut:
Tonggak sejarah DSSSD adalah Kongres Ilmu Tanah Dunia ke-23 yang akan diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok pada bulan Juni 2026. Tema umum Kongres ini adalah “Kesehatan Tanah untuk Kemanusiaan”.
Dekade Ilmu Tanah untuk Pembangunan Berkelanjutan 2025-2034 merupakan inisiatif strategis yang menyoroti peran penting tanah dalam mencapai pembangunan global berkelanjutan. Dengan mendorong kolaborasi ilmiah, memajukan penelitian, dan melibatkan para pembuat kebijakan serta masyarakat luas, IUSS bertujuan untuk memastikan pengelolaan tanah tetap menjadi prioritas utama dalam upaya keberlanjutan global. DSSSD akan berkontribusi pada masa depan di mana tanah yang sehat mendukung ekosistem yang tangguh, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia melalui kegiatan terstruktur, diseminasi pengetahuan, dan kerja sama internasional.
Untuk tetap mendapatkan informasi mengenai inisiatif DSSSD kunjungi Situs web IUSS dan saluran media sosial.


Mantan Presiden, International Union of Soil Sciences (IUSS)
Foto oleh Tanaman Cemara & Dandelion on Unsplash